Bengkulu – Ratusan kilogram hasil panen sayuran dan ikan lele dari program pembinaan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan disiapkan untuk membantu korban bencana banjir di Sumatera. Panen raya ini merupakan bagian dari 13 Program Akselerasi Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan ketahanan pangan, yang digelar serentak di seluruh UPT Pemasyarakatan Bengkulu, Kamis (15/1/2026), dengan pusat kegiatan di Lapas Arga Makmur.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu, Haposan Silalahi, mengatakan hasil panen terdiri dari sawi, kangkung, kol, serta ikan lele dengan total mencapai ratusan kilogram. Seluruhnya berasal dari kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan.
“Hasil panen sayuran ada sawi, kangkung dan kol, selain itu juga ada ikan lele. Jumlahnya ratusan kilogram. Nantinya akan kita donasikan untuk masyarakat terdampak bencana banjir di Sumatera,” ujar Haposan.
Ia menambahkan, selain disalurkan langsung, sebagian hasil panen juga berpotensi dijual dan hasilnya disumbangkan.
“Nanti hasil jual panen raya ini kita donasikan ke warga korban terdampak bencana banjir Sumatera. Karena kita ada vendor pengelola makanan, tidak menutup kemungkinan hasil panen ini akan kita pasarkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Arga Makmur Yulian Fernando merinci capaian panen di lapas yang dipimpinnya.
“Untuk Lapas Arga Makmur, panen sawi mencapai 360 kilogram, kangkung 115 kilogram, dan ikan lele sekitar 100 kilogram,” jelas Yulian.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berharap bantuan dari hasil panen warga binaan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir, sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan di lapas menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” pungkasnya.
Facebook comments